Beranda » DKM ALFAJR BANDUNG

Category Archives: DKM ALFAJR BANDUNG

Iklan

PENGAJIAN REMAJA DAN UNTUK YANG BERJIWA REMAJA

PENGAJIAN REMAJA DAN UNTUK YANG BERJIWA REMAJA

Pengajian Remaja 20121216
HADIRI PENGAJIAN REMAJA DAN YANG BERJIWA REMAJA SERTA BEDAH BUKU
“PESAN DARI SURGA” bersama Ust. Yusuf Burhanudin, Lc. (Kang Yebe) @Kang Yebe
“AT – TWITTER” bersama H. Pidi Baiq (The Panas Dalam) @pidibaiq

Moderator : Kang Daan (P-Project) @DaanAria
Tempat : MASJID AL-FAJR JL. SITUSARI VI, CIJAGRA
BUAH BATU BANDUNG

Waktu : Minggu, 16 Desember 2012
Jam : 15.00 – selesai (Ba`da ashar)

100% GRATIS TERBUKA UNTUK UMUM

Iklan

PENGAJIAN REMAJA (DAN YANG BERJIWA REMAJA) & BEDAH BUKU

Pengajian Remaja 20121216
PENGAJIAN REMAJA DAN UNTUK YANG BERJIWA REMAJA

Des 12

Posted by ABDUL ROZAK ABUHASAN – SERITANJUNG PALEMBANG

Pengajian Remaja 20121216
HADIRI PENGAJIAN REMAJA DAN YANG BERJIWA REMAJA SERTA BEDAH BUKU
“PESAN DARI SURGA” bersama Ust. Yusuf Burhanudin, Lc. (Kang Yebe) @Kang Yebe
“AT – TWITTER” bersama H. Pidi Baiq (The Panas Dalam) @pidibaiq

Moderator : Kang Daan (P-Project) @DaanAria
Tempat : MASJID AL-FAJR JL. SITUSARI VI, CIJAGRA
BUAH BATU BANDUNG

Waktu : Minggu, 16 Desember 2012
Jam : 15.00 – selesai (Ba`da ashar)

100% GRATIS TERBUKA UNTUK UMUM

SERTIFIKASI ULAMA, HARUSKAH ?

Sep 15

SERTIFIKASI ULAMA, HARUSKAH ? IMG
Posting by : A. Rozak Abuhasan

Bandung, Al Fajr, Sabtu (15/9)

Gonjang-ganjing ide sertifikasi ulama cukup menghangat pekan-pekan terakhir ini. Sertifikasi bukan sembarang sertifikasi, yang menjadi hangat dan heboh diperbincangkan karena yang akan disertifikasi adalah ulama. Haruskan Ulama disertifikasi?

Kaitan dengan ini wartawan Republika berhasil menghubungi Ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI), K.H. Athian Ali M. Da`i, MA (Senin 10/9) terkait Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengusulkan adanya sertifikasi bagi para pemuka agama Islam di Indonesia sebagai bagian dari proses deradikalisasi.

Ketua FUUI, Athian Ali menilai ide tersebut semakin memperkeruh hubungan antara kelompok ulama dengan pemerintah. Ini sudah semakin menohok dan menyudutkan para ulama. Dengan ide itu seakan-akan para ulama menjadi dalang dari adanya aksi terorisme di Indonesia, tegasnya.

Athian menambahkan selama ini para ulama sudah bersabar sekian lama karena kerap dituding terlibat dalam kasus-kasus terorisme di Indonesia. Kemudian muncul ide harus diadakannya sertifikasi bagi para ulama dari BNPT, menurutnya sudah sangat “menghina dan melecehkan” para ulama. Ide untuk sertifikasi para ulama, ia melanjutkan, merupakan sebuah fitnah dari pemerintah melalui BNPT yang dianggap memberikan ajaran-ajaran kekerasan hingga menimbulkan terorisme.

Adanya ide inipun akan semakin memojokkan Islam dalam pemberantasan terorisme. Untuk menanggapi adanya ide sertifikasi para ulama tersebut, FUUI akan membentuk tim independen untukmelakukan investigasi terkait kasus-kasus terorisme pada bulan ini.

Hasil dari tim ini akan diberikan kepada pemerintah sebagai masukan alternatif. Sehingga pemerintah tidak hanya mendapat masukan dari satu pihak saja dalam hal ini BNPT. “Pemerintah harus mendengarkan lebih banyak masukan. Ini jelas-jelas sudah sangat memojokkan umat Islam”, tegasnya.

Demikian hasil wawancara melalui sambungan telepon yang dimuat Republikaonline (Senin 10/9).

Sementara itu, pada hari yang sama (Senin, 10/9), melalui BJ:UstGrup yang disebar melalui sms, Athian Ali mengatakan: sudah lama saya mengusulkan :

Para Ulama & Ilmuan Muslim berkumpul untuk membentuk “Tim Investigasi Anti Terorisme”, diantara yang harus diinvestigasi adalah BNPT yang nampak begitu gencar menyebarkan fitnah-fitnah keji kepada Islam & para ulama;

Ummat di berbagai daerah, atau disatukan di Jakarta, hanya untuk “satu” agenda, “Berdoa kepada Allah SWT” agar Allah SWT memberikan hidayah, atau segera menurunkan azab kepada para dalang Terorisme di Indonesia dan embahnya di AS, agar fitnah keji kepada Islam dan Ummat Islam ini segera berhenti. Supaya mereka sadar, kita tidak rela difitnah terus seperti ini

Banyak respon positif sebagai dukungan dari berbagai pihak atas edaran sms ini untuk mewujudkan usulannya, ungkap Athian. ***(Tardjono Abu Muas)

KHUTBAH JUMAT KH ATHIAN ALI M.DA`I LC MA DI MASJID SALMAN ITB BANDUNG

KHUTBAH JUMAT DI MASJID SALMAN ITB BANDUNG

Khutbah Jumat

Athian Ali di Masjid Salman ITB

April 10, 2010 by yuamar

Ustadz Athian Ali mengisi khutbah jumat pada tanggal 9 April 2010 di Masjid Salman. Apa yang dibawakan oleh Pa Athian Ali begitu dalam dan

Masjid Salman ITB

menyentuh. Beliau menyampaikan khutbah tentang dosa yang kita lakukan. Berikut intisari khutbah yang disampaikannya :

Setiap mukmin meyakini bahwa Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia yang memiliki Kekuatan. Kita sebagai mukmin tidak memiliki daya apapun, karena semua yang kita lakukan dan usahakan melalui potensi kita adalah pemberian-Nya. Manusia hanya bisa berusaha dan berikhtiar, akan tetapi Allah yang menentukan segalanya. Dia yang mempunyai wewengan untuk memberikan hasilnya kepada kita. Semua terjadi karena Allah Menghendakinya.

Kun fayakun”.(Jadilah, maka terjadilah).

Selain berikhtiar, manusia juga berdoa agar usahanya itu dapat menghasilkan sesuatu seperti yag diharapkannya. Manusia berdoa kepada Allah agar dikabulkan doanya dan mendapatkan apa yang diinginkannya.

Tetapi kenapa, ada doa yang tidak dikabulkan oleh Allah. Mungkin ada yang bertanya, bukankah Allah telah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hambanya?

Berdoalah kepadaku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu.” Al-Mu’min, 40:60.

Allah tidak akan pernah ingkar kepada hamba-Nya. Setiap mukmin harus meyakini hal ini bahwa Allah tidak akan pernah lupa terhadap janji-Nya. Hanya, Allah memiliki wewenang terhadap hal ini. Pak Athian Ali mengatakan, ada tiga hal yang menyebabkan doa tidak dikabulkan, yaitu :

1.  Allah memang belum mengabulkan doa kita dan menundanya

Allah masih ingin menguji hamba-Nya apakah lebih mencintai Allah atau sesuatu yang dimintai dalam doanya. Allah masih ingin membuktikan keimanan hamba-Nya, sehingga menunda untuk mengabulkan doa kita.

2.  Allah telah mengabulkan doanya dengan memberi sesuatu yang lebih baik

Allah mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik dan apa yang menurut kita tidak baik, juga belum tentu itu tidak baik di sisi Allah.

Allah lebih Mengetahui apa yang sebaiknya ditetapkan bagi hamba-Nya. Allah tidak mengabulkan keinginannya, karena bisa jadi jika mengabulkannya akan membuat dia semakin jauh dari-Nya, seperti kisah Karun yang terdapat surat Al-Qasas,28 : 76-81. Karun mendapatkan harta dan kekayaan dari Allah, tapi itu justru membuatnya ingkar kepada-Nya, sehingga Allah akhirnya membenamkan Karun beserta seluruh hartanya ke dalam bumi.

Pasti ada hikmah lain yang akan menjadi kebaikan bagi diri kita, karena doa kita yang tidak dikabulkan. Mungkin doa kita belum baik, ataupun niat kita belum sempurna.

3. Yang berdoa tidak baik dan tidak dalam keadaan suci kepada Allah

Jika orang yang buang angin saja tidak boleh shalat sebelum dia berwudlu kembali. Jika orang yang buang air kecil atau besar juga harus berwudlu sebelum melakukan shalat. Jika perempuan yang haid saja, diharamkan untuk shalat dan puasa sebelum perempuan itu suci dari haid, padahal haid itu adalah fitrah dari Allah. Jika pasangan suami istri yang berhubungan badan, juga tidak boleh shalat sebelum mandi junub.

Dan karena jika-jika yang tadi, maka orang yang berbuat sesuatu yang dilarang oleh Allah, dia juga tidak boleh mendekat kepada-Nya, sebelum dia suci atau baik. Rasulullah pernah berkata bahwa Allah itu baik dan suci, maka Allah tidak menerima sesuatu kecuali sesuatu itu baik dan suci pula. Jadi kita harus suci dan bersih dari segala hal terlebih dahulu dari yang dilarang-Nya jika doa-doa kita ingin dikabulkan oleh Allah.

Lebih lanjut Pak Athian Ali menyampaikan bahwa dosa itu terbagi menjadi dua, yaitu dosa yang hubungannya antara diri kita dengan Allah dan dosa yang menyangkut orang lain. Untuk yang pertama, urusannya hanya dengan Allah. Kita bertaubat langsung kepada Allah atas segala dosa-dosa kita. Misalkan kita tidak shalat, maka urusannya langsung dengan Allah dan kita bertaubat langsung kepada-Nya.

Akan tetapi untuk dosa yang berhubungan dengan orang lain, maka urusannya tidak hanya kepada Allah, tetapi juga kepada orang yang kita zalimi itu. Kita selesaikan urusan kita dengannya, baru kita bisa bertaubat kepada Allah. Islam sangat menghargai hak-hak orang yang dizalimi. Jika kita meyakiti orang lain, maka mohon maaf dulu kepada yang orang itu, sebelum kita bertaubat kepada Allah.

Pa Athian Ali, juga menyinggung tentang para koruptor. Dosa yang dilakukan oleh para koruptor adalah terkait dengan banyak orang, karena mencuri uang negara. Dosa ini menyangkut kepada orang banyak. Jika ingin bertaubat, maka para koruptor harus menyelesaikan masalahnya dengan rakyat yang telah dikorup. Bagaimana caranya ? Bisa saja koruptor tampil di televisi melakukan jumpa pers atau membuat pernyataan di media cetak dengan mengatakan bahwa dia memohon maaf karena telah melakukan korupsi dan bersedia untuk mengembalikan seluruh uang yang dikorupsinya serta akan menyerahkan diri untuk diperiksa sesuai hukum yang berlaku.

Jika tidak demikian, maka para koruptor akan semakin banyak. Orang tinggal pergi umrah dan menangis di Multazam untuk bertaubat, tapi setelah itu melakukan korupsi lagi dan menikmati hasil korupsinya itu.

Selain itu kepada orang tua, kita juga harus terbebas dari dosa dengan kedua orang tua kita. Jangan sampai orang tua tidak membebaskan kesalahan-kesalahan kita, sehingga berkah Allah tidak dibukakan kepada kita. Ridho Allah tergantung kepada ridho kedua orang tua kita dan murka Allah tergantung kepada murka kedua orang tua kita.

Begitulah isi khutbah Pa Athian Ali. Ini menjadi renungan untuk kita semua. Apakah kita telah berusaha dengan sungguh-sungguh dalam berikhtiar ? Jika sudah, apakah kita menyertai dengan doa? Sudahkah kita yakin kepada Allah, bahwa Dia tidak akan pernah ingkar akan janji-Nya?

Jika doa kita belum dikabulkan, apakah kita menyadari bahwa bisa jadi Allah sebenarnya akan lebih menguji akan keimanan kita kepada-Nya? Apakah kita sadar bahwa bisa jadi Allah telah memberikan yang lain dan itu menjadi yang terbaik bagi kita? Dan apakah kita sadar, bisa jadi doa kita belum dikabulkan karena masih banyak maksiat yang dilakukan?

Semoga, kita termasuk orang yang senantiasa membersihkan diri kita sehingga bisa semakin dekat dengan-Nya.

Liked You like this post.
sumber:  yuamar`s.wordpress.com

Hello world!

MASJID ALFAJR BANDUNG

Jl. Situsari VI No. 2, Cijagra                 BANDUNG 40265   INDONESIA

 

%d blogger menyukai ini: